Kawanku, hidup ini bukanlah penjara , bukanlah bui , bukanlah sangkar ! Maka dari itu bebaskanlah dirimu bergerak , bebaskanlah dirimu untuk mencoba, bebaskanlah dirimu dengan hal positif !


Archive for November 2013

Kemanakah Keluh dan Kesahmu Kau Sampaikan ?

    • Assalamualaikum.Wr.Wb
      Lama gak posting lagi akhinya posting lagi. Ya maklum, semakin bertambahnya umur semakin banyak persoalan, urusan dan masalah yang timbul. Eits.. Jadi ngeluh gini.

      Nah, guys. Ngomong - ngomong soal ngeluh, Seringkali atau bahkan memang sudah menjadi kebiasaan setiap insan di muka bumi ini, ketika mereka memiliki beragam masalah yang bahkan tidak cuma satu, dua, mungkin ribuan masalah, pasti mereka mencoba untuk menyelesaikannya melalui jalan "curhat". Curhat itu sendiri apa sih? Curhat menurut pakar dan ilmuwan cinta, Nashwan Ihsan Fazil, curhat adalah pengaduan, pengungkapan masalah atau dilema yang membuat kegundahan hati dan pikiran kepada orang lain yang mereka anggap orang tersebut dapat dipercaya bisa membantu menyelesaikan dan meredakan kegundahan, atau kecemasan hatinya. Ya secara garis besar seperti itulah. Mungkin dari kawan - kawan sekalian memiliki pengertian yang jauh lebih jelas dan bagus dibanding ini. Hehehe...

      Nah. Gunanya apasih curhat itu? Ya, secara psikologis, atau ilmu yang mempelajari tentang kepribadian seseorang, manusia itu tidak bisa menahan masalahnya sendiri, ia perlu teman untuk membantu dan sekedar memberikan solusi terhadap masalahnya itu. Bisa kita lihat sekarang, curhat bukanlah hal yang tabu di Negara kita tercinta, atau bahkan sedunia. Curhat sudah menjadi jalan tersendiri untuk menyelesaikan masalah. Dengan mendengar curhat - curhatan orang pula kita bisa belajar untuk menghadapi beragam masalah yang ada.

      Tapi dilain sisi, ada juga mereka, yang selalu memendam masalahnya sendiri. Hal ini pula menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kekuatan psikologis orang tersebut. Bahkan bila hal ini intensitas dan frekuensi tekanan pikiran dan hatinya sudah mulai meningkat maka, ada kemungkinan besar, seseorang seperti ini akan memilih jalan "Bunuh Diri" sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalahnya.


      Gambar Ilustrasi dari web tetangga


      But, kita sebagai umat muslim tentunya, "admin juga muslim soalnya.. hehe..." apakah pernah berpikir bahwa curhat itu haram atau halal? diperbolehkan atau tidak? sesuai dengan syariat atau tidak? Padahal jika kita berpikir lebih jauh, menalari lebih jauh, dan meneliti lebih jauh, yang penting jangan sampai main jauh jauh #lupakan. Mengenai permasalahan ini khususnya, curhat merupakan lontaran masalah, masalah yang dihadapi setiap orang adalah aib mereka masing - masing. Benar? Koreksilah dan beri kritik serta solusi kalau memang admin salah disini. Masalah yang kita alami dikeluarga, berarti bisa dikatakan sebagai aib keluarga. Masalah yang dialami dengan pacar, bisa dibilang aib pacar. Mengapa? Karena secara tidak langsung, ketika kita curhat, maka kita akan menggambarkan sisi negatif dari seseorang yang terkait dengan masalah kita, Benar?. Kita kembali ke perspektif masing - masing di sini. Ketika Si A dan Si B memiliki masalah. Maka si A curhat ke si C yang mana C merupakan teman dekat si B. Tentunya karena konflik dan masalah yang ditimbulkan, pastilah argumen - argumen yang dilontarkan si A ke si C pasti mengenai kejelekan si B terhadap si A sendiri. "Dia begini, Dia begitu, Ternyata Dia...." Yup. Ga mungkin kalo yang namanya masalah justru membawa kesan positif dari lawan masalah yang dihadapi. Dan pada akhirnya si C pun mengetahui keburukannya si B.  

      Imam Shadiq as berkata, "Wahai Syiah! Jadilah hiasan bagi kami dan jangan menjadi aib bagi kami. Berbicaralah dengan baik kepada masyarakat. Jagalah lisan kalian dan jangan biarkan ia berbicara lebih dan atau buruk."

      Lalu bagaimana dalam pandangan islam?

      "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf: 86)

      Masih ingat dengan sejarah Nabi kita, Nabi Ayyub a.s ? Yang tertimpa musibah yang sangat besar. Mungkin bila kita yang mendapati masalah itu, kita tak akan sabar dan kuat tuk menjalaninya.

      "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya': 83)
      "Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. Al-Anbiya': 83)
      "Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya': 87)
      "Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. Al-Anbiya': 88)

      Ibnul Qayyim berkata, "Allah menginginkannya agar ia menundukkan dan merendahkan diri kepada-Nya. Allah Ta'ala murka kepada orang yang berkeluh kesah kepada makhluk-Nya. Dia suka kepada orang yang menghaturkan problemnya kepada-Nya. Dikatakan kepada sebagian mereka: Bagaimana kamu mengadu kepada-Nya semenntara tidak ada sesuatu yang tertutupi darinya? Maka ia menjawab: Tuhanku ridha kepada sikap rendah diri hamba kepada-Nya." ('Uddah al-Shabirin wa Dzahirah al-Syakirin: 36)

      Umar Radhiyallahu 'Anhu berkata, "berkeluh kesah kepada makhluk tidak lain akan membuat sedih saudaramu atau membuat gembira musuhmu." (Muhadharaat al-Udaba' wa Muhawaraat al-Syu'ara' wa al-bulaghaa', Al-Asfahani: 524)

      Nah, Jadi gimana?



      Oke. Admin disini cuma mau ngebantu dan ngebuka persepektif, pola pikir, dan cara pandang agan terhadap "curhat" ini, bukan berarti mengubah dan mendoktrin kawan - kawan untuk mengikuti apa maunya admin. Admin juga bukan ahli hadist, tafsir dan sebagainya. Admin juga cuma mahasiswa biasa yang masih terus mau belajar *kalo lagi maunya.

      Lalu admin sendiri gimana memandang persoalan ini? Admin sendiri kalo ada masalah bagaimana?


      Kasih tau gak ya? "hehehe...." Admin mengambil kesimpulan, bahwan admin percaya dan yakin, hanya kepada Allah lah kita mengadu, hanya kepada-Nya lah kita meminta kemudahan. Sekalipun kita curhat terhadap makhluknya, Allah pun juga akan mendengar, Allah itu Maha Mendengar , Bung, jangan lupa akan hal itu. Dan ketika kita curha terhadap makhluk ciptaanya, kita berbicara dengan hasil ciptaannya, yang menuntun bibir untuk berucap, telinga untuk mendengar, dan suara - suara yang timbul, semua atas izin Allah, sungguh Allah lebih Mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Admin sendiri bila ada masalah sebisa mungkin untuk mengatasi masalah itu sendiri, tentunya atas bantuan dan jalan yang diberikan oleh-Nya. Admin, sebisa mungkin untuk tidak menceritakan secara langsung masalah yang admin hadapi kepada teman, sahabat, atau bahkan keluarga admin, sekalipun. Admin cuma berdoa, pasrah, dan brusaha, serta percaya, pasti, Allah akan memberi jalan kemudahan atas masalah yang admin hadapin. Tetapi masih ada cara kok. "Loh?......" Ia, tapi tidak langsung menyebutkan pihak - pihak yang terkait. Jadi gini. Kita kembali ke kasus si A, B dan C diatas. Ketika si A curhat ke si C alangkah lebih baik tidak menyebutkan nama si B secara langsung. Misal, si A bilang "Hmm. C, kamu kalo nemu masalah kaya gini gimana, ada orang, orangnya begini sama temannya itu, trus temannya begitu sama orang itu..." dan seterusnya. Otomatis, si C tidak mengetahui aib dari si B, dan C pun juga tidak berpikir sejauh mungkin untuk mengira - ngira bahwa yang dimaksud orang oleh si A itu adalah si B. Hanya digantikan objek lain yang lebih bisa menutupi masalah.

      Oke, mungkin cukup sekian. Yang benar cuma dari Allah, disini Admin cuma mau berpendapat, sekaligus memancing kawan  - kawan untuk lebih open mind lagi terhadap masalah - masalah sepele yang sering kita cuekin gitu aja. Yuk diskusi bareng sama admin :D

      Wassalamualaikum. wr.wb
    • Posted by Nashimaru
    • 0 Comments
    • Tag :
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Konflik Hidup : Ada BagianYang Sering Kita Lupakan

    •  Gambar diambil dari google.com

      Assalamualaikum. wr .wb guys. Gue ada pepatah di postingan gue kali ini, dan cukup makan waktu banyak buat nyari dan menyeleksi beberapa kalimat - kalimat bijak yang menurut gue cocok dan ngena banget di kehidupan nyata. So, makanya gue baru ngeposting lagi -_-

      "Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari."

      "Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima kenyataan bahwa kamu adalah kamu. Jadi dirimu sendiri."

      "Tak peduli seperti apa hidupmu, kamu selalu punya pilihan untuk melihat dari sisi baiknya atau sisi buruknya."



      Dan sebenarnya masih banyak lagi beberapa kalimat bijak yang punya hubungan kuat dengan apa yang akan Gue tulis di postingan kali ini.

      As you see.. Kehidupan ini itu unik. Dihuni oleh berbagai karakter manusia yang variatif dan diferentif. Para manusia yang memiliki kelebihan serta kekurangan masing - masing, yang tentunya juga berbeda antara yang satu dengan yang lain. Namun, kita tahu bahwa dunia bukan hanya dihuni oleh manusia manusia yang penuh dengan perbedaan ini. Dunia ini juga dihuni oleh sebuah "masalah", "konflik", dan segalah hal yang sejenis dengannya. Ya masalah.. Masalah dan konflik ini ga bisa lepas dari yang namanya perbedaan. As we know.. Di kehidupuan ini kita sering kali mengalami perbedaan yang pada akhirnya menimbulkan konflik dan masalah. Iya kalo masalahnya simple, tapi sering kita menghadapi hal ini dengan konflik yang berkepanjangankan guys?

       Menurut gue, kita sebagai manusia hanyalah sebagi objektif, atau alat yang dikendalikan dengan alam bawah sadar kita, yang kemudian otak menguasai bagian dari seluruh rangkaian fisik ini bukan?. Hmm... tentu bukan. Kita melupakan satu hal yang paling besar di dalam hidup ini dalam mengatasi perbedaan yang ada. Satu hal yang perlu menjadi tolak ukur kita untuk memahami dan menyelasaikan perbedaan ini adalah "Hati", your heart guys.. Semua manusia di dunia, termasuk gue, sering kali menyelasaikan masalah dan perbedaan hanya sekedar perang pemikiran "mine war" yang tidak berasaskan perasaan dari dalam diri masing - masing. Kita lebih menyediakan solusi - solusi yang hanya di olah dan merupakan limbah dari proses pemikiran dan penalaran dari suatu masalah saja. Padahal, alangkah lebih harmoni dan produktif sekali, jika solusi - solusi ini di olah juga di pabrik hati yang kita miliki.

      Aspek kognitif, pemikiran, dan aspek afektif, perasaan, merupakan perpaduan, tidak akan pernah bisa lepas dari yang satu dengan yang lain. Kognitif dan afektif menyiptakan sebuah koherensi dan relevansi yang kuat, indah, dan baik. 2 hal ini dapat menyiptakan dan membentuk sebuah hal baru. Yups, the new things that we always ignore it.. Suatu hal yang sering kita lupakan selain hati. Adalah "Behavio or Attitude" . Behavior dalam translasinya memiliki arti tingkah laku, sedangkan Attitude memiliki arti sikap. Sikap dan tingkah laku sama halnya dengan kognitif dan afektif, namun mereka akan lahir jika, kognitif dan afektif salin bersatu padu dan dijalankan dengan baik.

      Nah.. dari kalimat bijak pertama "Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari." kebencian atas suatu hal yang buruk yang dilakukan oleh temanmu, atau sahabatmu, atau pacarmu, atau mungkin keluargamu hanyalah perspektif belaka. Hah? Perspektif?... Ya, seperti yang gue jelasi tadi diatas, manusia itu adalah perbedaan, perbedaan ini juga ga lepas dari perspektif. Kadang kita menilai tindakan seseorang itu buruk dan seakan terlihat akan menjatuhkan diri kita, yang kemudian timbul rasa benci terhadap orang tersebut. Bukan soal membenci yang gue permasalahin disini. Benci tentu setiap orang ga boleh benci. But.. dalam memandang perlakuan orang inilah kita sering kali menafsirkan dalam maksud - maksud yang bervariatif, berbeda beda.

      Gue gambarin sebuahh kasus yang mungkin simple dan bisa kalian cerna. Ada 3 orang sahabat, Roi, Rio, dan Ria. Roi yang memiliki hubungan khusus dengan Ria sedang mengalami konflik yang cukup parah, yang membuat emosional Roi tidak bisa dikendalikan. Pada moment seperti ini, Rio datang menghampiri Roi dengan gelagat penuh guyonan dan humor, dilihat dari karakter Rio yang selalu ceria, dan tak pernah serius. Dan seketika itu pula Roi meluapkan emosinya terhadap Rio, dengan membentaknya, atau bahkan memukulnya karena telah dianggap mengganggu. Dan hal ini dilakukan tidak sekali dua kali, dengan waktu yang cukup lama, selama konflik yang dialami Roi dan Ria.  Seketika itu pula Rio, membenci dan menjauhi Roi, yang sekarang ia kenal dengan emosinya itu.

      ----- bersambung -------

    • Posted by Nashimaru
    • 0 Comments
    • Tag :
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Labels

Popular Post

About Me

Foto saya
Bekasi, West Java, Indonesia
Assalamualaikum.. nama gue nashwan ihsan fazil. panggilan cukup dengan nashwan aja. lebih ringkas lagi nash aja (ga usah pake aja). Mau tau lebih lanjut lihat aja langsung ke "page : siapakah nash itu?" .. wassalam
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 NASHIMARU - Oreshura - Redesign by Nashimaru - Powered by Me - Designed by Johanes Djogan -